Minggu, 09 Juni 2013

Carang Madu (Cemilan Asli Jepara)

Kalau melihat nya pertama kali hampir mirip dengan sarang burung betulan, karena bentuknya yang 'semrawut'. Warnanya putih kecoklatan, dengan lelehan berwarna merah kecoklatan diatasnya. Soal rasa? Paduan gurih, manis dan renyah hmm, kriuk..kriuk..enak!

Carang Madu Asli Welahan
Kue ini merupakan salah satu kue kuno yang sudah agak jarang ditemui. Dikenal dengan nama kue Sarang Burung atau Sarang madu. Pembuat yang masih bertahan sampai saat ini adalah Ny. Yoe Lan Nio dari Welahan, Jepara. Karena itu kue ini hanya bisa ditemui di sekitar Jawa Tengah. Kue buatan nyonya ini bentuknya tidak rapi justru agak berantakan persis sarang burung asli, dan masing-masing dikemas dalam plastic. Labelnya berupa burung wallet dengan tinta merah.

Kalau sedang mampir ke kota Kudus, Jepara atau Semarang ada beberapa toko oleh-oleh yang menjualnya. Seperti di Toko Sinar Tiga-Tiga di Kudus. Selain buatan Welahan, kue sarang burung juga dibuat oleh produsen lain dengan bentuk lebih rapi mirip roda. Kemasannya tetap rapi dan agak ketat agar tidak mudah remuk.

Sarang madu atau carang madu ini terbuat dari bahan yang sederhana. Seperti santan, tepung beras, dan  gula. Jadi tak heran jika saat dicoba rasanya gurih renyah dan sedikit manis karena ada kucuran gula merah yang mengering diatasnya. Di kota asalnya Welahan, Jepara camilan ini disebut dengan nama sarang burung. Mungkin karena bentuknya yang tak beraturan seperti sarang burung.

Tapi kalau Anda ingin membawa sarang madu ini sebagai oleh-oleh, sebaiknya Anda sedikit berhati-hati. Bisa-bisa sarang madu yang awalnya untuk oleh-oleh malah hancur dalam perjalanan. Sebungkus sarang madu berisi sepuluh ini dihargai sebesar Rp 20.000,00 – Rp. 27.000,00 kalau beli di Pasar Welahan 1 Carang Madu dihargai sebesar Rp 500,00 untuk ukuran kecil Rp. 1.000,00 untuk ukuran sedang dan Rp. 2.000,00 untuk ukuran besar. Rasanya harga yang pas untuk camilan yang sudah sulit ditemui ini. Selain gurih renyah dan manis, camilan ini juga menjadi bukti bahwa kuliner kita sungguh kaya!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar